Dibalik Pertemuan Tengah Malam DPR dengan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu

REVOLUSI TIMES

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 01:59 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Sebuah pertemuan tertutup yang melibatkan perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berlangsung pada tengah malam, 26 Agustus 2026, hanya beberapa jam sebelum aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di depan gedung parlemen keesokan harinya.

Dikutip dari kanal Tempodotco.Dalam pertemuan rahasia yang berlangsung hingga dini hari tersebut, sebanyak 11 orang perwakilan massa dari Pati diterima oleh empat wakil ketua DPR. Menariknya, dalam momen tersebut, perwakilan massa sempat melakukan komunikasi melalui panggilan video dengan Presiden Prabowo Subianto menggunakan telepon genggam milik salah satu pimpinan DPR. Meski berlangsung singkat, pertemuan tersebut menjadi sinyal awal adanya koordinasi di balik aksi yang menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.

Penelusuran mengungkap adanya peran pihak tertentu dalam memicu gerakan ini hingga ke level nasional. Berdasarkan kesaksian dari tokoh masyarakat di Pati, seorang kader Partai Gerindra bernama Nistra Yohan diduga melakukan pendekatan intensif kepada kelompok-kelompok di daerah tersebut untuk mengarahkan mereka melakukan aksi ke Jakarta. Meski Nistra Yohan membantah keterlibatan dirinya, temuan di lapangan menunjukkan adanya upaya mobilisasi yang terstruktur di tengah dinamika unjuk rasa yang sempat memanas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di internal DPR, pembahasan RUU Perampasan Aset sendiri tergolong mendadak. Meski kini telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas, sejumlah politisi di Komisi III mengaku terkejut dengan percepatan inisiatif ini. Beberapa anggota legislatif bahkan menyatakan belum memahami substansi draf terbaru yang diajukan, menimbulkan kekhawatiran bahwa pembahasan ini sekadar menjadi alat untuk meredam tensi publik terhadap program-program prioritas pemerintah yang tengah mendapat sorotan.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryadi, menjelaskan bahwa langkah fraksinya menjadi motor pembahasan RUU Perampasan Aset dilakukan untuk menindaklanjuti fokus Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi dan pengelolaan aset negara. Hingga saat ini, proses tersebut diklaim masih dalam tahap menjaring aspirasi dari berbagai pihak untuk penyempurnaan rancangan undang-undang. (*)

 

Berita Terkait

Menteri Imipas Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional: Sudah Sangat Tepat Agar Tidak Terulang Lagi
Polemik Syarat Pendidikan Gibran Bergeser ke Ranah Politik, DPR Dinilai Bisa Jadi Titik Krusial
Kritik terhadap Mahkamah Konstitusi dan Urgensi Menjaga Kepercayaan Publik
Napi Sering Kabur, Tapi Kanwilnya Tidak Pernah di Copot, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Usulkan Copot Kepala Kanwil Pemasyarakatan Riau dan Kalapas Pasir Pangaraian
Aksi Massa Warnai Agustus di Jakarta: Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Suarakan Kritik Demokrasi
Sisi Gelap Perburuan Tommy Soeharto: Kebocoran Internal dan Operasi Senyap “Black Cat”
Retaknya Barisan Penantang: Polemik Ijazah Jokowi dan Pesan Moral Sang Mantan Presiden
Rapimnas PII 2026 dan Harlah PII Wati ke-62 Resmi Dibuka di Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:23 WIB

VIRAL! Bedah Buku Internasional UI: Karya Mahasiswa S2 Gizi FKM USU Ditetapkan Sebagai Referensi Akademik Banyak Terima Hadiah Atas Prestasinya di Apresiasi Seluruh Mentri dan Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 17:17 WIB

Karhutla Kaltim Diantisipasi dari Hulu ke Hilir, Pengamat Apresiasi Strategi Pangdam VI/Mulawarman

Kamis, 10 September 2026 - 15:49 WIB

Lapas Tangerang Kembali Kirim 9 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan

Selasa, 8 September 2026 - 15:05 WIB

Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029

Selasa, 1 September 2026 - 22:04 WIB

“Budi Arie Clear!” Aktivis Nasional Minta Publik Hentikan Spekulasi soal Kasus Judi Online

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Aktivis Nasional: Pembentangan Bendera di Samarinda Merupakan Ekspresi Identitas dan Aspirasi, Bukan Serta-Merta Gerakan Keluar dari NKRI

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Tidak Perlu Takut Dengan Aksi Demo Besar. Di Sinilah Ruang Kebaikan Komunikasi Rakyat & Pemerintah Semakin Sehat Terbentuk

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot

Berita Terbaru