Tegas Tindak Premanisme, Mutasi Brigjen Hengki Haryadi Soroti Rekam Jejak Penegakan Hukum

REVOLUSI TIMES

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 01:24 WIB

5040 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 7 September 2026 – Sorotan publik terhadap aksi premanisme di ibu kota kembali menguat pasca terjadinya kericuhan dalam rangkaian demonstrasi di depan gedung DPR RI beberapa waktu lalu. Isu ini memicu diskursus luas mengenai efektivitas penegakan hukum terhadap organisasi massa yang kerap dikaitkan dengan tindakan intimidasi. Di tengah memanasnya situasi, penunjukan Brigjen Pol Hengki Haryadi sebagai Kapolda Papua Barat Daya menjadi perhatian khusus, mengingat rekam jejaknya yang dikenal tegas dalam memberantas aksi premanisme saat bertugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Brigjen Pol Hengki Haryadi mencatatkan sejarah penegakan hukum yang signifikan selama bertugas di Jakarta, khususnya melalui tiga kali penangkapan terhadap Rosario de Marshall, yang akrab disapa Hercules. Penangkapan pertama dilakukan pada tahun 2013 saat Hengki menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, disusul penangkapan berikutnya terkait kasus pendudukan lahan pada tahun 2018. Ketegasan tersebut menjadikannya figur sentral yang dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan dari ancaman kelompok yang bertindak di atas hukum.

Dalam perkembangan terbaru, kepolisian dihadapkan pada tuntutan publik untuk mengusut tuntas keterlibatan oknum organisasi kemasyarakatan dalam aksi kericuhan di Jakarta. Meskipun pihak sekretaris jenderal ormas terkait telah membantah keterlibatan anggotanya, masyarakat menyoroti beredarnya rekaman visual yang menunjukkan pengerahan massa dengan atribut tertentu di lokasi kejadian. Desakan pun muncul dari berbagai elemen masyarakat, termasuk seruan dari tokoh agama yang meminta agar pemerintah dan aparat penegak hukum tidak ragu untuk membubarkan organisasi yang terbukti meresahkan warga serta memproses hukum pimpinan organisasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberanian aparat dalam menindak segala bentuk premanisme menjadi tolok ukur utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara. Negara ditegaskan tidak boleh kalah oleh kelompok mana pun yang berupaya menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. Hingga saat ini, proses penyelidikan terus berjalan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kericuhan tersebut segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. (*)

Berita Terkait

Menteri Imipas Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional: Sudah Sangat Tepat Agar Tidak Terulang Lagi
Polemik Syarat Pendidikan Gibran Bergeser ke Ranah Politik, DPR Dinilai Bisa Jadi Titik Krusial
Kritik terhadap Mahkamah Konstitusi dan Urgensi Menjaga Kepercayaan Publik
Napi Sering Kabur, Tapi Kanwilnya Tidak Pernah di Copot, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Usulkan Copot Kepala Kanwil Pemasyarakatan Riau dan Kalapas Pasir Pangaraian
Aksi Massa Warnai Agustus di Jakarta: Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Suarakan Kritik Demokrasi
Sisi Gelap Perburuan Tommy Soeharto: Kebocoran Internal dan Operasi Senyap “Black Cat”
Retaknya Barisan Penantang: Polemik Ijazah Jokowi dan Pesan Moral Sang Mantan Presiden
Rapimnas PII 2026 dan Harlah PII Wati ke-62 Resmi Dibuka di Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:23 WIB

VIRAL! Bedah Buku Internasional UI: Karya Mahasiswa S2 Gizi FKM USU Ditetapkan Sebagai Referensi Akademik Banyak Terima Hadiah Atas Prestasinya di Apresiasi Seluruh Mentri dan Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 17:17 WIB

Karhutla Kaltim Diantisipasi dari Hulu ke Hilir, Pengamat Apresiasi Strategi Pangdam VI/Mulawarman

Kamis, 10 September 2026 - 15:49 WIB

Lapas Tangerang Kembali Kirim 9 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan

Selasa, 8 September 2026 - 15:05 WIB

Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029

Selasa, 1 September 2026 - 22:04 WIB

“Budi Arie Clear!” Aktivis Nasional Minta Publik Hentikan Spekulasi soal Kasus Judi Online

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Aktivis Nasional: Pembentangan Bendera di Samarinda Merupakan Ekspresi Identitas dan Aspirasi, Bukan Serta-Merta Gerakan Keluar dari NKRI

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Tidak Perlu Takut Dengan Aksi Demo Besar. Di Sinilah Ruang Kebaikan Komunikasi Rakyat & Pemerintah Semakin Sehat Terbentuk

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot

Berita Terbaru