Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan dirinya tidak terlibat dalam kelompok SSB yang diisukan merencanakan kudeta terhadap pemerintahan Prabowo Subianto pada Oktober mendatang. Penegasan itu disampaikan Dedi menjawab tudingan yang ramai beredar di media sosial setelah seorang tokoh senior mengaitkan inisial SSB, yang disebut-sebut sebagai akronim dari Singapura, Solo, dan Bandung, dengan konspirasi politik.
Dedi menyatakan, narasi yang beredar tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan berpotensi memecah belah opini publik. Ia mengingatkan agar masyarakat lebih kritis dalam menyikapi berbagai isu yang muncul, terlebih yang tidak didukung bukti kuat. Menurut Dedi, penyebaran isu liar semacam ini tidak hanya mengguncang psikologis sosial, tetapi juga dapat berpengaruh negatif terhadap iklim investasi nasional, karena menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor domestik maupun asing.
Dalam klarifikasinya, Dedi menjelaskan, SSB yang selama ini berkaitan dengan dirinya hanyalah Sekolah Sepak Bola Bandung, sebuah kegiatan olahraga yang memang telah ia jalankan jauh sebelum isu ini berkembang. Ia menegaskan tidak pernah memiliki keterlibatan atau rencana politik apapun terkait upaya penggulingan pemerintahan.
Dedi menuturkan, dirinya saat ini memilih fokus memperkuat ketahanan pangan Jawa Barat dan mendukung pembangunan ekonomi masyarakat. Program-program seperti pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan warga melalui usaha peternakan menjadi prioritas utama di lingkup pemerintahan yang ia pimpin.
Di akhir pernyataannya, Dedi tetap menyampaikan rasa hormat kepada tokoh senior yang sempat mengaitkan namanya dalam isu ini, sekaligus mendoakan kesehatan sang tokoh. Dedi mengimbau seluruh masyarakat agar bijak dan kritis dalam menerima setiap informasi, demi menjaga persatuan serta kepentingan bangsa di tengah dinamika ruang publik yang penuh dengan narasi dan analisis beragam. (*)






















