Wujudkan Persatuan, Kolaborasi, dan Resolusi Ekonomi untuk Indonesia, Bukan Reformasi Jilid II

REVOLUSI TIMES

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:20 WIB

5015 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 14 Juni 2026 – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GPA) Provinsi DKI Jakarta menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia.

Melalui konferensi pers yang mengangkat tema “Wujudkan Persatuan, Kolaborasi, Resolusi Ekonomi untuk Indonesia, Bukan Reformasi Jilid II”, PW GPA DKI Jakarta mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan dialog, kolaborasi, dan solusi nyata demi kemajuan Indonesia.

Ketua PW Gerakan Pemuda Al Washliyah Provinsi DKI Jakarta, Dedi Siregar, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan stabilitas nasional yang kondusif untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, berbagai tantangan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, serta kebutuhan peningkatan daya saing nasional harus dijawab dengan semangat persatuan dan kerja sama lintas sektor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bangsa ini tidak membutuhkan polarisasi maupun narasi yang dapat memecah belah masyarakat. Yang dibutuhkan adalah persatuan, kolaborasi, dan langkah-langkah konkret dalam membangun kekuatan ekonomi nasional. Indonesia harus fokus pada penyelesaian persoalan rakyat, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegas Dedi Siregar.

PW GPA DKI Jakarta menilai bahwa semangat reformasi yang telah diperjuangkan sejak tahun 1998 harus tetap dijaga sebagai bagian dari perjalanan demokrasi Indonesia. Namun demikian, berbagai aspirasi masyarakat hendaknya disampaikan melalui mekanisme konstitusional, dialog yang konstruktif, dan partisipasi aktif dalam pembangunan, bukan melalui upaya-upaya yang berpotensi menciptakan instabilitas nasional.

Gerakan Pemuda Al Washliyah juga mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor persatuan bangsa dengan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan gotong royong. Pemuda harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi terhadap persoalan ekonomi, sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan.

“Kami mengajak seluruh organisasi kepemudaan, mahasiswa, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju. Energi bangsa harus diarahkan pada penguatan ekonomi rakyat, investasi sumber daya manusia, serta inovasi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

PW GPA DKI Jakarta percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga persatuan dan mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun golongan. Oleh karena itu, momentum saat ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi dan menciptakan resolusi ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

Melalui konferensi pers ini, PW Gerakan Pemuda Al Washliyah Provinsi DKI Jakarta menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas nasional, serta mendukung berbagai upaya pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa.

“Bersatu, Berkolaborasi, dan Membangun Ekonomi Bangsa untuk Indonesia yang Lebih Maju dan Berdaya Saing.”

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GPA) Provinsi DKI Jakarta

Salam Hormar,
Ketua: Dedi Siregar
Jakarta, 14 Juni 2026

Berita Terkait

Buka Ruang Aduan bagi Masyarakat, Kapolda Metro Jaya Tuai Apresiasi PW GP Al Washliyah DKI Jakarta
VIRAL! Bedah Buku Internasional UI: Karya Mahasiswa S2 Gizi FKM USU Ditetapkan Sebagai Referensi Akademik Banyak Terima Hadiah Atas Prestasinya di Apresiasi Seluruh Mentri dan Kapolri
Karhutla Kaltim Diantisipasi dari Hulu ke Hilir, Pengamat Apresiasi Strategi Pangdam VI/Mulawarman
Lapas Tangerang Kembali Kirim 9 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan
Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029
“Budi Arie Clear!” Aktivis Nasional Minta Publik Hentikan Spekulasi soal Kasus Judi Online
Aktivis Nasional: Pembentangan Bendera di Samarinda Merupakan Ekspresi Identitas dan Aspirasi, Bukan Serta-Merta Gerakan Keluar dari NKRI
Prof DR Sutan Nasomal : Tidak Perlu Takut Dengan Aksi Demo Besar. Di Sinilah Ruang Kebaikan Komunikasi Rakyat & Pemerintah Semakin Sehat Terbentuk

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:23 WIB

VIRAL! Bedah Buku Internasional UI: Karya Mahasiswa S2 Gizi FKM USU Ditetapkan Sebagai Referensi Akademik Banyak Terima Hadiah Atas Prestasinya di Apresiasi Seluruh Mentri dan Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 17:17 WIB

Karhutla Kaltim Diantisipasi dari Hulu ke Hilir, Pengamat Apresiasi Strategi Pangdam VI/Mulawarman

Kamis, 10 September 2026 - 15:49 WIB

Lapas Tangerang Kembali Kirim 9 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan

Selasa, 8 September 2026 - 15:05 WIB

Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029

Selasa, 1 September 2026 - 22:04 WIB

“Budi Arie Clear!” Aktivis Nasional Minta Publik Hentikan Spekulasi soal Kasus Judi Online

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Aktivis Nasional: Pembentangan Bendera di Samarinda Merupakan Ekspresi Identitas dan Aspirasi, Bukan Serta-Merta Gerakan Keluar dari NKRI

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Tidak Perlu Takut Dengan Aksi Demo Besar. Di Sinilah Ruang Kebaikan Komunikasi Rakyat & Pemerintah Semakin Sehat Terbentuk

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot

Berita Terbaru