Alat Berat Masuk Kawasan Hutan, Warga Desak Aparat Usut Dugaan Tambang Ilegal di Singgah Mata

REVOLUSI TIMES

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026 - 17:34 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE – Kemarahan warga Tangse, Mane, dan Geumpang, Kabupaten Pidie, kembali meledak. Mereka menyoroti dugaan aktivitas tambang ilegal di kawasan Gunung Singgah Mata yang disebut telah menggunakan alat berat jenis ekskavator (beko).

Warga menilai masuknya alat berat ke kawasan hutan merupakan persoalan serius. Mereka khawatir pengerukan tanah dan pembukaan kawasan akan merusak hutan, mengganggu sumber air, serta meningkatkan risiko longsor dan banjir.

“Beko sudah masuk ke gunung! Mana Polres Pidie? Mana Kasat Reskrim? Kalau benar ilegal, kenapa masih bisa beroperasi? Kami meminta Kapolri turun tangan dan mengevaluasi Kapolres serta Kasat Reskrim Pidie!” ujar warga dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga juga mendesak aparat mengusut tuntas siapa pemilik alat berat, pemodal, serta pihak yang berada di balik aktivitas tersebut. Dugaan adanya “cukong” atau pihak yang membekingi harus dibuktikan melalui penyelidikan, bukan dibiarkan menjadi tanda tanya.

Bagi masyarakat, persoalan ini menyangkut masa depan hutan dan keselamatan warga.

Jika kerusakan kawasan hutan dibiarkan, masyarakat khawatir dampaknya dapat berupa banjir bandang, longsor, kerusakan sumber air, hingga kekeringan.

Karena itu, warga menyatakan sikap tegas:

TOLAK TAMBANG ILEGAL DI GUNUNG SINGGAH MATA!

Mereka juga menyampaikan tiga tuntutan kepada Kapolri:

1. COPOT KAPOLRES PIDIE DAN KASAT RESKRIM PIDIE!
Warga meminta evaluasi dan pertanggungjawaban atas penanganan dugaan aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.

2. TURUNKAN BARESKRIM DAN PROPAM MABES POLRI KE PIDIE!
Warga meminta pemeriksaan dilakukan secara transparan, termasuk terhadap dugaan pembiaran apabila nantinya ditemukan bukti.

3. SITA ALAT BERAT DAN USUT PEMODALNYA!
Jika terbukti digunakan untuk aktivitas pertambangan ilegal, warga meminta alat berat diamankan dan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum.

Kini masyarakat menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji.

Pertanyaannya sederhana:
Jika benar ada tambang ilegal dan alat berat sudah masuk kawasan hutan, siapa yang bertanggung jawab?

Warga Tangse, Mane, dan Geumpang meminta pemerintah serta aparat penegak hukum jangan membiarkan masyarakat berjuang sendirian menyelamatkan Gunung Singgah Mata.

Berita Terkait

100 Lebih Ekskavator Tak Mungkin Masuk Hutan Sendiri, Ada Kekuatan Besar Di Balik Tambang Geumpang
Penertiban Tambang Geumpang di Tengah Isu Kongkalikong: Dugaan Setoran Alat Berat Diminta Diusut hingga ke Akar
Aliansi Pulo Loih Desak Transparansi Penertiban: Dugaan Setoran ke Oknum Berseragam dan Aktivitas Tambang Cina Dipersoalkan
Dari Alat Rakyat hingga Dugaan Pemodal Besar, Penertiban Tambang Geumpang Dihadapkan pada Pertanyaan Besar tentang Keadilan Hukum
Tambang Emas Ilegal Geumpang Kian Terang-terangan, 133 Alat Berat dan Dugaan Setoran Bulanan Jadi Sorotan Publik
Tambang Ilegal Geumpang Pidie Tak Lepas dari Perbincangan Warganet, Dugaan Setoran dan Kerusakan Hutan Ikut Diungkap
Tambang Ilegal Geumpang Kembali Mengundang Reaksi, Wakil Bupati Disorot Warganet, APW-LLA Dorong Pengusutan hingga Pemilik Modal
Ekskavator Terus Mengoyak Kawasan Geumpang Pidie, Tambang Emas Ilegal Diduga Semakin Besar, LLA Akan Laporkan ke Polda Aceh

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Pagi Menyapa, Kalapas Sibolga Tegaskan Disiplin dan Pemenuhan Hak bagi Warga Binaan Kiriman

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Kapolres Sergai Letakkan Batu Pertama Bedah Rumah Bilal Mayat, Bukti Nyata Semangat Polisi Bersama Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:29 WIB

​Antusiasme Tak Surut, Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Dibanjiri Warga Penerima Manfaat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Dari Balik Jeruji untuk Masyarakat, Tempe Produksi Lapas Sibolga Hadir di Dapur MBG

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Menginspirasi Tanpa Sekat, Sosok Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik Hadirkan Ketenangan di Tengah Uji Kompetensi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Tembok Gang Anggrek Tantang Pemko Medan: Siapa yang Berkuasa, Hukum atau Tembok?

Rabu, 30 September 2026 - 09:06 WIB

Lapas Sibolga Bersama Dinkes Kota Sibolga Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB

Senin, 28 September 2026 - 16:08 WIB

Lapas Sibolga Panen 65 Kg Pakcoy, Wujudkan Pembinaan Kemandirian Berbasis Ketahanan Pangan

Berita Terbaru